ATM!
Sekedar share saja,saya sendiri pun juga kurang paham apakah ini modus penipuan baru/lama,sering terjadi/tidak,namun inilah yang terjadi.semoga cerita kali ini bisa memberi pelajaran berharga untuk kita semua baik dalam hal kecil sekalipun kita harus selalu berhati-hati dimanapun kita berada dan tetaplah menjadi tenang bila kita secara tiba-tiba dan tidak sadar dihadapkan kepada sesuatu yang membuat kita panik ataupun gelisah.begini ceritanya.
Sekitar 2 bulan yang lalu pada hari minggu saya beserta kakak,ibu dan ayah saya pergi ke gereja di GPDI Barito Kebayoran Baru-Jakarta Selatan. Ibadah berlangsung pukul 10.00 - 12.00 wib. Sepulang ibadah ayah saya hendak mengambil uang untuk urusan administrasi pemakaman nenek saya yang meninggal dunia seminggu yang lalu. nominal yang diambil lumayan besar,karena memang biaya perawatan makam tidaklah murah.dan memang setelah pulang dari gereja saya dan seluruh saudara saya hendak untuk mengunjungi makam nenek sekaligus menyelesaikan administrasi yang ada.
Uang tersebut diambil di atm BRI dalam indomaret persis sebrang gereja saya. Saat kejadian itu saya sedang tidak bersama dengan ayah saya,karena memang saya masih berada di dalam gereja.ayah dan ibu saya masuk ke indomaret untuk mengambil uang tersebut. ketika kartu ATM di masukkan,tiba-tiba atm 'error' dan kartu tertelan mesin. Lalu ayah dikala situasi panik langsung telfon pada pihak BRI untuk blokir akun tersebut,namun yang terjadi adalah tidak ada jawaban dari pihak BRI tersebut. Ayah saya mencoba kembali menghubungi pihak BRI berkali-kali namun tetap tidak ada jawaban. Lalu Ayah saya melihat ada
nomor telfon dari stiker berlogo BRI yang tertera diatas keypad tempat mengetik pin yang ada pada mesin ATM tersebut. Akhinya Ayah saya saat keadaan sedang panik langsung telepon saja,dan memang langsung terhubung. Ayah menceritakan semua kejadian yang terjadi lalu si pengangkat telepon berlagak seperti operator berkata "oke sudah di blokir pak",memang keadaan waktu itu lagi panik jadi begitu penipu itu berkata 'sudah aman' ya pikir ayah aman-aman saja.
Setelah itu saya dan keluarga saya pergi dari indomaret itu. Kami berniat untuk mencari makan siang. ATM ayah tersambung dengan SMS-Banking,jadi setiap kegiatan transaksi pasti ayah saya selalu menerima SMS-banking dari pihak BRI itu. saat kami sedang makan tiba-tiba ayah saya menerima SMS-Banking tersebut dengan adanya penarikan yang begitu banyak mulai dari nominal penarikan 5jt penarikan tunai,10jt penarikan tunai,10jt untuk pembayaran ke suatu swalayan.saldo waktu itu kira-kira ada 30jt. Ayah saya langsung panik dan langsung telepon dan menceritakan yang terjadi ke nomor yang tertera diatas keypad mesin ATM tadi. si penelpon berkata 'tenang pak uangnya kami amankan dahulu'. mulai saat itu Ayah saya merasa ada sesuatu yang tidak beres. lalu ayah saya mencari nomor telepon BRI lagi dan memang nomornya beda, Ayah langsung telepon BRI dan menceritakan yang terjadi terhadap BRI yang asli. "Mereka berkata memang ini sebuah penipuan pak,karena kasus atm tertelan kami langsung blokir tanpa harus dipindahkan ke ATM lain dulu".
Ayah saya segera melaporkan kepada polisi untuk menyelesaikan kasus masalah ini.namun memang hasil akhirnya tidak ada tanggung jawab dari pihak BRI. kalaupun memang itu suatu penipuan yang aneh. namun sejujurnya sistem yang ada di mesin ATM memang sangatlah lemah dan perlindungan terhadap konsumen pun sangat kurang. inilah yang terjadi pada BRI dan saya pun tidak tahu apakah hal ini banyak terjadi di ATM lain pun. dan kalau hal ini sering terjadi. mengapa tidak ada suatu sistem yang dirubah? dalam segi keamanan dan kenyamanan bagi konsumen. semoga semua bisa belajar dan mau memperbaiki kesalahan.
Sekedar share saja,saya sendiri pun juga kurang paham apakah ini modus penipuan baru/lama,sering terjadi/tidak,namun inilah yang terjadi.semoga cerita kali ini bisa memberi pelajaran berharga untuk kita semua baik dalam hal kecil sekalipun kita harus selalu berhati-hati dimanapun kita berada dan tetaplah menjadi tenang bila kita secara tiba-tiba dan tidak sadar dihadapkan kepada sesuatu yang membuat kita panik ataupun gelisah.begini ceritanya.
Sekitar 2 bulan yang lalu pada hari minggu saya beserta kakak,ibu dan ayah saya pergi ke gereja di GPDI Barito Kebayoran Baru-Jakarta Selatan. Ibadah berlangsung pukul 10.00 - 12.00 wib. Sepulang ibadah ayah saya hendak mengambil uang untuk urusan administrasi pemakaman nenek saya yang meninggal dunia seminggu yang lalu. nominal yang diambil lumayan besar,karena memang biaya perawatan makam tidaklah murah.dan memang setelah pulang dari gereja saya dan seluruh saudara saya hendak untuk mengunjungi makam nenek sekaligus menyelesaikan administrasi yang ada.
Uang tersebut diambil di atm BRI dalam indomaret persis sebrang gereja saya. Saat kejadian itu saya sedang tidak bersama dengan ayah saya,karena memang saya masih berada di dalam gereja.ayah dan ibu saya masuk ke indomaret untuk mengambil uang tersebut. ketika kartu ATM di masukkan,tiba-tiba atm 'error' dan kartu tertelan mesin. Lalu ayah dikala situasi panik langsung telfon pada pihak BRI untuk blokir akun tersebut,namun yang terjadi adalah tidak ada jawaban dari pihak BRI tersebut. Ayah saya mencoba kembali menghubungi pihak BRI berkali-kali namun tetap tidak ada jawaban. Lalu Ayah saya melihat ada nomor telfon dari stiker berlogo BRI yang tertera diatas keypad tempat mengetik pin yang ada pada mesin ATM tersebut. Akhinya Ayah saya saat keadaan sedang panik langsung telepon saja,dan memang langsung terhubung. Ayah menceritakan semua kejadian yang terjadi lalu si pengangkat telepon berlagak seperti operator berkata "oke sudah di blokir pak",memang keadaan waktu itu lagi panik jadi begitu penipu itu berkata 'sudah aman' ya pikir ayah aman-aman saja.
Setelah itu saya dan keluarga saya pergi dari indomaret itu. Kami berniat untuk mencari makan siang. ATM ayah tersambung dengan SMS-Banking,jadi setiap kegiatan transaksi pasti ayah saya selalu menerima SMS-banking dari pihak BRI itu. saat kami sedang makan tiba-tiba ayah saya menerima SMS-Banking tersebut dengan adanya penarikan yang begitu banyak mulai dari nominal penarikan 5jt penarikan tunai,10jt penarikan tunai,10jt untuk pembayaran ke suatu swalayan.saldo waktu itu kira-kira ada 30jt. Ayah saya langsung panik dan langsung telepon dan menceritakan yang terjadi ke nomor yang tertera diatas keypad mesin ATM tadi. si penelpon berkata 'tenang pak uangnya kami amankan dahulu'. mulai saat itu Ayah saya merasa ada sesuatu yang tidak beres. lalu ayah saya mencari nomor telepon BRI lagi dan memang nomornya beda, Ayah langsung telepon BRI dan menceritakan yang terjadi terhadap BRI yang asli. "Mereka berkata memang ini sebuah penipuan pak,karena kasus atm tertelan kami langsung blokir tanpa harus dipindahkan ke ATM lain dulu".
Ayah saya segera melaporkan kepada polisi untuk menyelesaikan kasus masalah ini.namun memang hasil akhirnya tidak ada tanggung jawab dari pihak BRI. kalaupun memang itu suatu penipuan yang aneh. namun sejujurnya sistem yang ada di mesin ATM memang sangatlah lemah dan perlindungan terhadap konsumen pun sangat kurang. inilah yang terjadi pada BRI dan saya pun tidak tahu apakah hal ini banyak terjadi di ATM lain pun. dan kalau hal ini sering terjadi. mengapa tidak ada suatu sistem yang dirubah? dalam segi keamanan dan kenyamanan bagi konsumen. semoga semua bisa belajar dan mau memperbaiki kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar