WISATA
SEJARAH KOTA TUA
Kota Tua Jakarta yang dulunya bernama
Batavia Lama (Oud Batavia) adalah sebuah wilayah kecil di tepi timur Sungai
Ciliwung. Abad ke-16 para pelayar dan pedagang Eropa menjuluki tempat ini
sebagai "Mutiara dari Timur" dan "Ratu dari Timur" dimana
dikaitkan keindahan kota ini yang mirip seperti Amsterdam dan juga sebagai
pusat perdagangan di Benua Asia. Dari sini pula VOC dan Pemerintah Hindia
Belanda mengendalikan kekuasaan administratif mereka atas Nusantara.
Pelabuhan Sunda Kelapa dan Jayakarta
diserang tahun 1610 oleh perusahaan dagang Belanda VOC (Verenigde Oostindische
Compagnie) pimpinan Jan Pieterzoon Coen. Berikutnya tahun 1620, VOC membangun
kota yang baru tepat di atas reruntuhan Kota Jayakarta tersebut hingga selesai
dibangun tahun 1650.
VOC menamai kota baru itu sebagai Batavia
dengan pusat kotanya tepat berada di sekitar Taman Fatahillah sekarang. Dari
sinilah VOC mengendalikan semua kegiatan perdagangan, militer, dan politiknya
selama menguasai Nusantara hingga dilanjutkan berikutnya oleh Pemerintahan
Hindia Belanda. Nama Batavia digunakan sejak 1621 hingga tahun 1942 saat Jepang
menaklukkannya. Jepang berikutnya mengganti nama Batavia menjadi Jakarta dan
tidak berubah hingga saat ini.
Awalnya areal kota Batavia seluas 139
hektar tetapi kemudian diperluas menjadi 846 hektar dimana termasuk di dalamnya
Pelabuhan Sunda Kelapa, Pasar Ikan, hingga ke arah selatan yaitu Pecinan
Glodok. Akan tetapi, wilayah inti kawasan kota tua sendiri meliputi
Bangunan Balaikota atau Museum Fatahillah serta sekitarnya.
Di Kota Tua Bataviaada 6 lokasi bersejarah
yang dapat Anda telusuri. Mulailah dari Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian
lanjutkan menuju tiga bangunan utama di jantung Kota Tua yang sekarang menjadi
beberapa museum, yaitu: Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan Museum Seni
Rupa. Tiga sisanya adalah Museum
Mandiri, dan Stasiun Kereta Api Kota.
Apabila Anda ingin mengetahui lebih banyak
tentang Kota Tua maka jangan ragu langkahkan kaki mengunjungi Museum
Fatahillah. Di sini Anda dapat menelusuri jejak sejarah Jakarta dari masa
prasejarah hingga berdirinya kota Jayakarta. Gedung ini selain berfungsi
sebagai kantor juga memiliki ruang pengadilandan penjara bawah tanah yang
dilengkapi rantai dengan bola pemberat untuk tahanan.
Museum wayang berisikan wayang-wayang
tradisional khas Indonesia serta berbagai kerajinan tangan berbentuk wayan. Di
museum wayang sering diselengarakan pertunjukan wayang pada siang dan malam
hari.
Nah setelah tau sejarah singkat tentang
kota tua beranjak sedikit yuk ke kulinernya. Di kota tua banyak terdapat
jajanan-jajanan dengan harga yang relatif murah , pedagang-pedagang disini
banyak menyediakan berbagai makanan dan minuman khas betawi lho ada selendang
mayang untuk minuman dan kerak telor untuk makanannya tapi masih banyak lagi
makanan dan minuman yang ada disini ada karedok,ketoprak,nasi pecel,dan aneka
jus serta berbagai minuman dingin lainnya.
Kawasan Kota Tua dan dapat diakses dengan kendaraan dari
berbagai sudut Kota Jakarta. Anda dapat menggunakan bus Trans Jakarta dari
blok-M (koridor 1), kemudian turun di akhir terminal kota. Dari terminal
tersebut lanjutkan dengan berjalan kaki menuju kawasan Kota Tua.
Pilihan lain Anda dapat menggunakan
kendaraan umum bus patas 79 (Rambutan-Kota). Dapat pula menggunakan mikrolet,
yaitu: Mikrolet M-12 (Pasar Senen-Kota), Mikrolet M-08 (Tanah Abang-Kota), atau
Kopaja 86 (Grogol-Kota)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar