Sabtu, 22 November 2014

Resume Kelompok 2


KONFLIK DIDALAM ORGANISASI


Konflik dalam organisasi adalah suatu perseteruan antar kubu baik yang baik bersifat halus maupun yang bersifat kekerasan,hal ini diakibatkan karena terjadi perbedaan pendapat,kesalahpahaman,maupun sesuatu yang disengaja antar anggota didalam suatu organisasi.
Konflik pasti terjadi di setiap organisasi,hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Karena dengan adanya konflik,hal-hal yang belum bisa sesuai dapat tersesuaikan dengan baik,demi tercapainya tujuan organisasi tersebut.
Berikut cara menyelesaikan konflik yang baik :
1.      Integrating  (Problem Sloving)
Cara ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi. Biasanya digunakan karena masalah kesalahpahaman.
2.      Obliging (Smoothing)
Cara ini digunakan untuk mendorong suatu organisasi agar terjadinya kerjasama.
3.      Dominating (Forcing)
Biasanya orang yang menggunakan cara ini cenderung menggunakan taktiknya.
4.      Avoiding (menghindar)
Cara ini cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah.
5.      Compromising .Cara ini cocok digunakan untuk menangani masalah yang melibatkan para anggota   organisasi yang memiliki tujuan berbeda tapi mereka mempunyai kekuatan yang sama.
Setelah konflik berlalu,akan melahirkan sebab-sebab positif mau negatif,seperti: anggota organisasi mengetahui aspirasi anggota yang lain(positif), beberapa anggota dalam organisasi ada yang mengundurkan diri,karena sebelumnya telah terjadi konflik yang sangat hebat(negatif)
Hal-hal yang berkaitan dengan konflik,macam konflik,penyebab,dan penyelesaiannya telah diulas dalam presentasi kelompok 2,lalu muncul pertanyaan dari audience seperti berikut ini


1.      Pertanyaan: Berikan contoh konflik dalam organisasi dan cara menanganinya !
 Jawab : Contoh konflik dalam organisasi yaitu perbedaan pendapat dalam pemilihan pengurus baru. Cara menanganinya dapat dilakukan dengan cara penyelesaian masalah mulai dari Integrating  (Problem Sloving), Obliging (Smoothing), Dominating (Forcing), Avoiding (menghindar), dan Compromising tergantung dari besar kecilnya masalah tersebut.

2.       Pertanyaan: Bagaimana tanggapan kalian tentang sidang saat pemilihan ketua DPR ?
       Jawab : Tanggapan saya adalah seharusnya sebagai wakil rakyat bisa menjaga sikapnya dan memberikan contoh yang baik bagi warganya walaupun ingin mengemukakan pendapat dan ada perbedaan pendapat dengan para anggota sidang seharusnya juga bisa mengikuti tata tertib sidang dan menjaga kondisi agar sidang bisa berjalan dengan baik.

3.      Pertanyaan:  Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem sloving?
      Jawab : Dampaknya sangat tidak baik bagi suatu organisasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah. Karena dengan cara ini  penyelesaikan masalah kita harus mengidentifikasi permasalahannya terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan, dan menganalisa permasalahan tersebut lalu memilih alternatif pemecahan masalah yang sesuai.

4.      Pertanyaan:  Contoh konflik yang meninggalkan partai Gerindra, tindakan tersebut menurut anda benar atau salah ?
Jawab : Untuk konflik ini saya tidak tahu tindakan yang dilakukan Bapak Ahok benar atau salah karena saya tidak begitu paham tentang politik.

5.      Pertanyaan: Diantara 5  penyelesaian masalah, cara yang paling efektif dalam menyelesaikan konflik yang mana?
      Jawab : Menurut saya cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik tidak ada karena dalam menyelesaikan konflik harus ada tingkatan-tingkatan dalam penyelesaiannya tergatung dari masalahnya. Namun cara yang paling disarankan adalah cara compromissing, karena seimbang antara kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain, sehingga tidak ada pihak yang egois ataupun ingin menang sendiri.

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar