Sabtu, 22 November 2014

Resume Kelompok 4

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Arti komunikasi adalah sebagai alat penyampai informasi dari satu pihak kepada pihak yang.komunikasi dibagi menjadi 2 jenis,yaitu verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal itu adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan maupun tulisan sedangkan komunikasi nonverbal itu kita bisa mengetahui komunikasinya dari raut wajah seseorang dan intonasi suaranya.
 Komunikasi sangat dibutuhkan sekali didalam suatu organisasi. Agar setiap informasi dapat tersampaikan kepada seluruh anggota organisasi tersebut.komunikasi bisa dikatakan bukan hal yang mudah juga. Banyak beberapa diantara anggota organisasi yang masih perlu berlatih lagi dalam hal berkomunikasi. Sebagai contoh,kesalahpahaman yang terjadi sesama anggota organisasi karena komunikasi diantara mereka kurang baik satu sama lain.
Maka dari itu setiap anggota organisasi seharusnya diwajibkan untuk terus berkomunikasi dengan baik, Karena komunikasi itu adalah kunci utama dalam menjalankan suatu organisasi agar organisasi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan bisa memecahkan masalah yang sedang dihadapi. 




Pertanyaan :
1.     Pertanyaan : Dalam organisasi pasti ada yang aktif dan pasif. Bagaimana cara komunikasi antara yang aktif dan pasif itu bisa menjadi lancar ?
 Jawab :  Didalam suatu organisasi itu kita harus melakukan musyawarah untuk bisa saling bertukar pikiran. Caranya yang aktif tersebut merangkul yang pasif tersebut agar yang pasif itu bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan membuat suatu event agar organisasi itu bisa saling bekerjasama.

2.     Pertanyaan : Jenis-jenis komunikasi yang paling efisien !
 Jawab : Jaringan saluran total, karena mereka berkomunikasi secara langsung tanpa adanya perantara.

3.      Pertanyaan :Sebutkan jaringan komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan !
  Jawab : Jaringan saluran total, karena mereka berkomunikasi secara langsung tanpa perantara.

4.      Pertanyaan :
Cara memecahkan masalah hambatan komunikasi dalam organisasi !
  Jawab : Mengatasi dengan umpan balik, penerima harus mengetahui latar belakangnya, dan susun informasi secara rinci.



5.      Pertanyaan : Upaya agar organisasi itu bisa menjadi lebih eksis dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal !
  Jawab : Dalam suatu organisasi harus bisa berkomunikasi dengan baik salah satunya komunikasi antara atasan dengan bawahannya. Kalau komunikasinya baik otomatis organisasi itu akan tetap eksis.

6.      Pertanyaan :Contoh kasus masalah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari !
  Jawab :Contoh kasusnya ada salah satu perusahaan yang meminta atasannya agar perusahannya maju kembali. Salah satunya intansi IBM, intansi ini nonaktif dalam produksi, ia meminta masukkan agar instansi itu bisa berdiri kembali dan menjadi aktif lagi.

7.    Pertanyaan :  Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi !
 Jawab : Didalam suatu organisasi pasti ada saja hambatannya. Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi yaitu faktor manusiawi dan faktor emosional.


Resume Kelompok 3

PROSES YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


Dalam setiap persoalan keputusan memang harus diambil oleh suatu organisasi,dan pasti dari setiap keputusan yang diambil akan ada akibat yang ditimbulkan,baik postif maupun negatif.setiap anggota organisasi harus menerimanya karena itulah yang harus dihadapi.
Setiap anggota organisasi harus memiliki jiwa besar,lapang dada apabila keputusan yang diambil mungkin tidak mengenakan dirinya sendiri. Karena keputusan yang dibuat tidak sembarangan dipilih,namun penuh dengan pertimbangan yang sangat baik dan penuh dengan pertanggungjawaban demi kenyamanan bersama.
 Ada 5 tipe pembuatan keputusan yaitu, pembuat keputusan bertipe ideal, pembuat keputusan bertipe receptive, pembuat keputusan bertipe exploitative, bertipe hoarding dan bertipe marketing. Sesuatu yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan yaitu :
1.      Jangan pernah menganggap keputusan itu sebagai beban tapi anggap saja sebagai kesempatan
2.      Jangan mengira resiko akan habis, karena tidak ada keputusan tanpa resiko.
3.      Pengambilan keputusan tidak selalu bergatung pada fakta.
4.      Membuat alternatif pemilihan dan pengambilan keputusan dalam organisasi
Secara ringkas alur proses pembuatan keputusan adalah meneliti-meringkas-memilih-memeriksa.
            Ada beberapa pertanyaan dari audience mengenai proses yang mempengaruhi kembali keputusan di dalam organisasi,sbb:



1.       Pertanyaan : Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi!
       Jawab : Ada 3 faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, yaitu kematangan individu, voting, musyawarah dan mufakat sangat diperlukan

2.       Pertanyaan : Dalam tipe Marketing, jelaskan aplikasinya dan bagaimana caranya?
  Jawab : Sipembuat keputusan yang berdasarkan orientasi pada kesempatan keputusan ,ia fokus untuk mendapatkan suatu keputusan. Contoh aplikasinya yaitu Moboginie. Moboginie mengeluarkan marketing bentuk topi putih dan topi hitam. Tujuannya memasarkan iklan dan moboginie termasuk software opensoure.

3.      Pertanyaan : Contoh Tipe Pemeras dalam organisasi !
        Jawab : Contohnya yaitu VOC. Karena VOC membuat sebuah jalan dari Anyer samapi ke Panarukan yang dibuat di indonesia,tetapi dalam pembuatan jalan tersebut pekerja tidak diberi makan dan minum dan mereka bekerja secara paksa. Tipe ini adalah salah satu contoh yang membuat ide dan berusaha mendapatkan dari pihak lain dengan cara yang tidak baik.



Resume Kelompok 2


KONFLIK DIDALAM ORGANISASI


Konflik dalam organisasi adalah suatu perseteruan antar kubu baik yang baik bersifat halus maupun yang bersifat kekerasan,hal ini diakibatkan karena terjadi perbedaan pendapat,kesalahpahaman,maupun sesuatu yang disengaja antar anggota didalam suatu organisasi.
Konflik pasti terjadi di setiap organisasi,hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Karena dengan adanya konflik,hal-hal yang belum bisa sesuai dapat tersesuaikan dengan baik,demi tercapainya tujuan organisasi tersebut.
Berikut cara menyelesaikan konflik yang baik :
1.      Integrating  (Problem Sloving)
Cara ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi. Biasanya digunakan karena masalah kesalahpahaman.
2.      Obliging (Smoothing)
Cara ini digunakan untuk mendorong suatu organisasi agar terjadinya kerjasama.
3.      Dominating (Forcing)
Biasanya orang yang menggunakan cara ini cenderung menggunakan taktiknya.
4.      Avoiding (menghindar)
Cara ini cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele atau rendah.
5.      Compromising .Cara ini cocok digunakan untuk menangani masalah yang melibatkan para anggota   organisasi yang memiliki tujuan berbeda tapi mereka mempunyai kekuatan yang sama.
Setelah konflik berlalu,akan melahirkan sebab-sebab positif mau negatif,seperti: anggota organisasi mengetahui aspirasi anggota yang lain(positif), beberapa anggota dalam organisasi ada yang mengundurkan diri,karena sebelumnya telah terjadi konflik yang sangat hebat(negatif)
Hal-hal yang berkaitan dengan konflik,macam konflik,penyebab,dan penyelesaiannya telah diulas dalam presentasi kelompok 2,lalu muncul pertanyaan dari audience seperti berikut ini


1.      Pertanyaan: Berikan contoh konflik dalam organisasi dan cara menanganinya !
 Jawab : Contoh konflik dalam organisasi yaitu perbedaan pendapat dalam pemilihan pengurus baru. Cara menanganinya dapat dilakukan dengan cara penyelesaian masalah mulai dari Integrating  (Problem Sloving), Obliging (Smoothing), Dominating (Forcing), Avoiding (menghindar), dan Compromising tergantung dari besar kecilnya masalah tersebut.

2.       Pertanyaan: Bagaimana tanggapan kalian tentang sidang saat pemilihan ketua DPR ?
       Jawab : Tanggapan saya adalah seharusnya sebagai wakil rakyat bisa menjaga sikapnya dan memberikan contoh yang baik bagi warganya walaupun ingin mengemukakan pendapat dan ada perbedaan pendapat dengan para anggota sidang seharusnya juga bisa mengikuti tata tertib sidang dan menjaga kondisi agar sidang bisa berjalan dengan baik.

3.      Pertanyaan:  Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem sloving?
      Jawab : Dampaknya sangat tidak baik bagi suatu organisasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah. Karena dengan cara ini  penyelesaikan masalah kita harus mengidentifikasi permasalahannya terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan, dan menganalisa permasalahan tersebut lalu memilih alternatif pemecahan masalah yang sesuai.

4.      Pertanyaan:  Contoh konflik yang meninggalkan partai Gerindra, tindakan tersebut menurut anda benar atau salah ?
Jawab : Untuk konflik ini saya tidak tahu tindakan yang dilakukan Bapak Ahok benar atau salah karena saya tidak begitu paham tentang politik.

5.      Pertanyaan: Diantara 5  penyelesaian masalah, cara yang paling efektif dalam menyelesaikan konflik yang mana?
      Jawab : Menurut saya cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik tidak ada karena dalam menyelesaikan konflik harus ada tingkatan-tingkatan dalam penyelesaiannya tergatung dari masalahnya. Namun cara yang paling disarankan adalah cara compromissing, karena seimbang antara kepentingan pribadi dengan kepentingan orang lain, sehingga tidak ada pihak yang egois ataupun ingin menang sendiri.

























Resume Kelompok 1

ARTI PENTING ORGANISASI DALAM BERMASYARAKAT


Organisasi adalah suatu tempat/wadah yang digunakan oleh sekelompok  orang berkumpul menjadi satu karena adanya suatu kesamaan dalam kesatuan paham,ideologi,tujuan,dan setiap organisasi pasti memiliki pencapaiannya masing-masing sesuai dengan kesepakatan yang terjadi dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut.    
Di dalam suatu organisasi terdapat suatu struktur hierarki yang berguna untuk mengatasi setiap persoalan yang ada di dalam didalam setiap bidang-bidang dalam organisasi tersebut,dan pembagian hierarki tersebut dibagi berdasarkan bidang-bidang yang sesuai dengan anggota yang ada.
Organisasi dalam masyarakat sangat dibutuhkan demi tersalurnya aspirasi masyarakat,baik sesama masyarakat maupun masyarakat terhadap pemerintah.pada presentasi yang pertama ini telah diulas beberapa pertanyaan dan jawaban yang ditanyakan audience terhadap pemberi presentasi di kelas mengenai arti penting organisasi dalam bermasyarakat.



1.      Pertanyaan : Bagaimana tanggapan anda tentang organisasi yang menyimpang ?
    Jawaban : Tanggapan saya tentang organisasi yang menyimpang adalah organisasi itu bisa dikatakan sebagai sekumpulan orang yang ada didalam suatu kelompok yang saling bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Organisasi itu sendiri mempunyai visi dan misi yang jelas. Dalam suatu organisasi kita bisa menyalurkan aspirasi kita dan bisa saling bertukar pikiran, jadi apabila terbentuk suatu organisasi yang menyimpang awalnya bukan karena suatu tujuan ataupun visi misinya tapi tergantung pada individunya masing-masing.

2.        Pertanyaan: Organisasi yang dulu dan sekarang itu berbeda,organisasi juga tidak
                                 Harus bertatap muka. Tanggapan mengenai hal itu bagaimana
                                 dan apa sisi baiknya ?
        Jawab : Dizaman sekarang ini sudah banyak organisasi ataupun komunitas yang ada   dimedia sosial. Tanpa harus sering bertatap muka namun dengan lewat media sosial organisasi tersebut bisa saling bertukar pikiran maupun saling menyalurkan aspirasi mereka. Dengan adanya media sosial bisa memperlancar organisasi tersebut dan juga sangat efektif selain itu juga mempercepat suatu kinerja suatu organisasi.

3.      Pertanyaan: Sebutkan contoh organisasi Informal !
                   Jawab : Pemuda Pancasila, 234SC, KOMUNITAS dan lain-lain.

4.      Pertanyaan: Sebutkan contoh organisasi Formal !
                   Jawab : BEM, FPI, dan lain-lain.

            5.      Pertanyaan:  Sebutkan contoh oraganisasi yang bergerak dibidang sosial !

                   Jawab : LSM , SAR, Posyandu, dan lain-lain.

Kamis, 09 Oktober 2014

OPINI UNTUK DOSEN SOFTSKILL (TEORI ORGANISASI UMUM)

Opini:

menurut saya mata kuliah organisasi umum memang sangat diperlukan bagi mahasiswa agar mahasiswa dapat belajar bagaimana memecahkan masalah dalam suatu organisasi dengan baik dan terarah dengan maksud untuk memasuki dunia kerja yang nantinya membutuhkan suatu teamwork.

ibu Ira Phajar Lestari sebagai dosen softskill(teori organisasi umum) menuntut kita sebagai mahasiswa untuk lebih mandiri,berani mengemukakan pendapat,dan efisien dalam berorganisasi agar sebagai bekal kita nanti dimasa yang akan datang. tapi balik lagi yang harus ditumbuhkan dalam setiap pembelajaran terlebih pelajaran mengenai organisasi tidak hanya suatu tuntutan semata agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan mendapat nilai yang memuaskan. namun bagaimana pemupukan dosen terhadap mahasiswa mengenai hal kesadaran yang baik dalam setiap aspek kehidupan maupun dalam suatu organisasi. mungkin dengan bertukar pikiran saat di kelas,banyak berbincang di kelas dengan mahasiswa agar dapat terjalin suatu hubungan komunikasi yang baik sehingga mahasiswa mengerti apa yang diinginkan dosen dan juga sebaliknya. karena bagaimanapun dunia perkuliahaan juga seperti dunia sekolah yang dimana pendidik sebenarnya harus memiliki komunikasi yang baik kepada yang didiknya. sekian dan terimakasih

Rabu, 08 Oktober 2014

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM (SOFTSKILL) 2KA13

MAKALAH TEORI ORGANISASI UMUM
PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI

UNIVERSITAS GUNADARMA
KELOMPOK 5:
1. AGUNG TRI ATMOJO (10113364)
2. ANDREAS DANANG P. (10113927)
3. DIMAS SATRIA W.P (12113521)
4. HEDI ZAKIA (13113990)
5. M. AGA MUSDALIFAH (15113111)
6. MUKHLIS ABDUL R. (16113199)
7. RISA CARMELITA (17113780)
8. TITUS BAYU (18113930)
KELAS : 2KA13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Perubahan dan Perkembangan Organisasi”
Makalah ini berisikan tentang faktor dan proses berubah dan berkembangnya sebuah organisasi. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang perkembangan organisasi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam menyusun makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberkati kita semua. Amin
Penyusun

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………………………………………… i
Daftar Isi…...………………………………………………………………………………….. ii

 BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ..……..……………………………….……………………………………. 1
2. Rumusan Masalah ……………………………….………………………………………….1
3. Tujuan ………………………………………………………………………..…….…….... 1

BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Organisasi ………...…………………………………………………………….. 2
2. Tujuan Organisasi …………...……………………………………………………………… 3
3. Faktor – Faktor Perubahan Organisasi ……………..………………………………………. 3-4
4. Proses Perubahan …………………………………………………………………………… 5
5. Perkembangan Organisasi ………………………………………………………..………… 6
6. Ciri-ciri Pengembangan Organisasi ………………………………….....………………….. 6
7. Metode Pengembangan Organisasi ………………………………….....….……………….. 7-8
1. Metode Pengembangan perilaku ………………………………………….……………….. 8
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap ……………………….……...………….. 9
Contoh Kasus ……………......……………………………………………….………………. 10

BAB III PENUTUP
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………...… 12
ii.

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Kemampuan organisasi untuk bertahan hidup (survive) sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi untuk berubah, menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis yang dihadapi atau menyesuaikan diri dengan perubahan potensial yang akan terjadi di masa mendatang. Kemampuan organisasi untuk berkembang ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menciptakan perubahan.
Perubahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu faktor secara negative yang membuat organisasi tersebut mundur, maupun faktor positive yang mendukung organisasi tersebut menjadi maju.
Berbagai upaya perubahan organisasi yang dilakukan secara terencana, seperti upaya perubahan dengan melakukan pembelian peralatan baru, atau merancang ulang sebuah desain, ataupun menyusun ulang suatu kurikulum sekolah, atau suatu departemen pada suatu fakultas. Hal ini karena fokus kajian PO (Pengembangan Organisasi) itu terletak pada peningkatan kemampuan organisasi untuk dapat mengetahui dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi itu sendiri.
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa faktor – faktor yang menyebabkan perubahan pada organisasi?
2. Bagaimana proses terjadinya perubahan?
3. Apa saja ciri – ciri pengembangan organisasi?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara-cara berorganisasi yang baik. Dimana dalam sebuah organisasi pasti ada perubahan dan perkembangan yang tidak bisa kita hindari. Dalam makalah ini terdapat contoh kasus perubahan organisasi yang dapat dijadikan pelajaran saat nanti ketika kita berorganisasi. Perubahan yang dialami bisa saja menjadikan organisasi itu lebih baik atau lebih buruk, tergantung bagaimana kita sebagai anggotanya yang melakukan perubahan dan perkembangan.
1

BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Organisasi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
– Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
– James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
– Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
– Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2

2.2 Tujuan Organisasi
Manusia sering disebut sebagai makhluk sosial, Hal ini disebabkan manusia selalu memerlukan bantuan orang lain dalam hidupnya. Manusia berkumpul, bekerja sama, dan saling berhubungan satu sama lain. Dengan berkumpul, manusia dapat saling memberi dan menerima dalam mewujudkan kehidupan di muka bumi.Organisasi merupakan perwujudan pikiran manusia.Dengan organisasi, manusia berharap agar lebih mudah mencapai keinginan dan harapannya.Karena itu salah satu tujuan organisasi adalah mempermudah setiap orang dalam melaksanakan tugas demi tercapainya tujuan tertentu.
Di negara kita, setiap warga negara mempunyai kebebasan untuk berorganisasi.Bahkan kebebasan itu telah diakui secara sah oleh negara.UUD 1945 pasal 28E Ayat 3 secara tegas menyatakan bahwa, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.”
Dengan pernyataan yang terdapat dalam UUD tersebut, maka jelas bahwa negara memberi kebebasan kepada warga negara untuk membentuk dan memasuki organisasi.Negara juga melindungi setiap orang untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.
Apa sebenarnya manfaat berorganisasi?
Banyak manfaat yang bisa diambil jika kita masuk dan beraktivitas dalam sebuah organisasi. Manfaat-manfaat itu antara lain sebagai berikut :
a. Organisasi merupakan sarana untuk berinteraksi dengan orang lain dalam ruang lingkup yang lebih luas dan resmi.
b. Organisasi melatih kita dalam membekali diri dengan kemampuan bekerja sama dan berhubungan dengan orang lain.
c. Organisasi dapat mengasah kemampuan diri dalam hal kepemimpinan
d. Organisasi merupakan tempat bagi kita untuk mengabdi kepada sesama.

2.3 Faktor – Faktor Perubahan Organisasi
Alvin L. Bertrand berpendapat bahwa awal dari perubahan itu adalah komunikasi, yaitu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain sehingga dicapai pemahaman bersama, hal ini disebabkan karena adanya pengkomunikasian gagasan-gagasan, ide-ide, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan maupun hasil-hasil kebudayaan fisik.
Sebuah perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak dapat dihindari namun harus di hadapi.
3

Proses perubahan organisasi adalah konsep daur hidup atau life cycle. Organisasi mengalami proses kelahiran pertumbuhan, berkembang, kematangan, kemunduran dan akhirnya mengalami kematian sebagaimana dalam semua sistem biologi dam sistem sosial. Secara garis ada dua faktor penyebab terjadinya perubahan dalam organisasi yaitu:
a. Faktor Eksternal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
b. Faktor Internal
Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber antara lain:
– Problem hubungan antar anggota
– Problem dalam proses kerja sama
– Problem keuangan
Hubungan antar anggota yang kurang harmonis merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal).
Dari perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam organisasi tersebut, seperti perubahan sifat organisasi. Untuk menangani masalah tersebut, haruslah organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau kebijakan dan penyesuaian diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak lenyap dan terganti. Saat terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut. Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.
4

2.4 Proses Perubahan
Organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Yang dimaksud dengan proses perubahan organisasi adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi.
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :
a. Mengadakan Pengkajian
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
b. Mengadakan Identifikasi
Yang perlu diidentifiskasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
c. Menetapkan Perubahan
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
d. Menentukan Strategi
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5
e. Melakukan Evaluasi
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
2.5 Perkembangan Organisasi
Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi, diantaranya :
a. Strategi untuk merubah nilai-nilai daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
b. Suatu penyempurnaan yang terencana dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
c. PO merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara terus-menerus oleh suatu organisasi.
d. PO merupakan suatu pendekatan situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
e. PO lebih menekankan pada system sebagai sasaran perubahan.
f. PO meliputi perubahan yang sengaja direncanakan
Dari beberapa pengertian diatas,dapat kita simpulkan bahwa Perkembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas yang lebih besar.

2.6 Ciri-ciri Pengembangan Organisasi
Suatu strategi pendidikan yang kompleks yang dimaksudkan untuk mengubah keyakinan, sikap, nilai, dan struktur organisasi sehingga mereka dapat lebih beradaptasi dengan teknologi baru, pemasaran dan tantangan, dan tingkat yang memusingkan perubahan itu sendiri. Maka Pengembangan organisasi yang efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
6
•Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
•Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
•Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
•Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
•Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
•Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.

2.7 Metode Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan pengembangan organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam 2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan keterampilan dan sikap.
1. Metode Pengembangan Perilaku
Metode pengembangan perilaku atau Behavioral Development Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam.
Dalam buku ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan, pembentukan tim, dan umpan balik survei.
7
- Jaringan manajerial : Jaringan manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun terhadap orang.
– Latihan Kepekaan : merupakan latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok orang-orang yang harus mencapi tujuan.
– Pembentukan Tim : Merupakan salah satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara efektif dengan membentuk tim.
– Umpan Balik Survei : adalah suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota organisasi.
2. Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari para anggota organisasi.
Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
– Latihan di tempat kerja : Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien. Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain, sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
8
- Latihan instruksi kerja : Terdiri dari 3 macam yaitu Job Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Method Training (Latihan yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
– Latihan di luar tempat kerja : merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
– Latihan di tempat kerja tiruan : adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.
9

CONTOH KASUS :
Ahok: Saya Berhenti Dari Partai, Bukan “Kutu Loncat”
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merespons santai sindiran Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut “kutu loncat” dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra, Sabtu (20/9/2014).
“Enggak mau tanggapilah, nanti jadi susah. Saya masuk Gerindra kan juga (loncat) dari Partai Golkar. Akan tetapi, saya tidak loncat sebetulnya, saya berhenti (dari partai),” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (22/9/2014)
Pria yang akrab disapa Ahok itu menjelaskan definisi “kutu loncat”, yakni seorang politisi dari partai ke partai.
Apabila ia saat ini memutuskan untuk masuk ke partai politik lainnya, maka itu yang dinamakan “kutu loncat”. Namun, setelah keluar dari Partai Gerindra, Basuki belum memutuskan untuk bergabung dalam partai politik mana pun. Ia memilih fokus untuk membenahi Jakarta selama tiga tahun sisa pemerintahannya.
Pada September 2007, Basuki memutuskan berhenti dari keanggotaan sebagai Partai Indonesia Baru (PIB). Kemudian, ia tidak lagi menjadi anggota partai politik hingga tahun 2008. “Masyarakat minta saya masuk DPR RI. Karena masuk DPR itu harus anggota partai, saya baru masuk Partai Golkar. Saya baru loncat (partai) sekali, dari Golkar ke Gerindra,” ujar Basuki.
Sekadar informasi, Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa seleksi alam akan menunjukkan mana kader yang baik dan mana kader yang tidak baik dalam internal Partai Gerindra. “Alam akan memisahkan mana kader baik, mana kader setengah baik, mana ‘kutu loncat’, mana yang ‘kutu busuk’,” kata Prabowo saat itu.
Beberapa kader partai yang hadir dalam kongres tersebut lantas menyerukan nama Ahok (Basuki) dalam menanggapi pernyataan Prabowo.
10

BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat di tarik dari makalah ini adalah sebagai berikut :
Perubahan organisasi adalah tindakan beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini, ke kondisi masa yang akan datang yang di inginkan guna meningkatkan efisiensinya.
Pengembangan organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatnya efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kurangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
Kekuatan-kekuatan Internal dalam perubahan organisasi, perubahan kebijakan lingkungan. Perubahan tujuan, perluasan wilayah operasi tujuan,volume kegiatan bertambah banyak,sikap dan perilaku dari para anggota organisasi. Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu politik, hokum, kebudayaan, teknologi, sumberdaya alam,demografi,sosiiologi.
Kekuatan-kekuatan eksternal yaitu kompetisi yang semakin tajam dalam organisasi, perkembangan iptek, perubahan lingkungan,baik lingkungan fisik maupun social yang membuat organisasi berfikir, bagaimana mendapatkan sumber diluar organisasi untuk masa depan organisasi. Kekuatan-kekuatan internal yaitu struktur,system,dan prosedur,perlengkapan dan fasillitas, proses dan saran apabila tidak cocok akan membuat organisasi melalui perbaikan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencocokan dengan kebutuhan yang ada.

3.2 Saran
Dengan makalah ini penulis berharap agar pembaca dapat memahami tentang arti penting perubahan dan perkembangan organisasi di dalam kehidupan berorganisasi. Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat lebih baik lagi.
11

DAFTAR PUSTAKA
http://boycharotz1st.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi.html
http://nandacacingan.blogspot.com/2012/10/makalah-perubahan-dan-perkembangan.html
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/09/22/15411871/Ahok.Saya.Berhenti.dari.Partai.Bukan.Kutu.Loncat.
http://abdilahkhusu25.blogspot.com/2013/01/perubahan-dan-perkembangan-organisasi_24.html

Senin, 23 Juni 2014

Manusia dan Tanggung Jawab



Manusia dan Tanggung Jawab
Mahasiswa, Tanggung Jawab, dan Pengorbanan


Setiap manusia diberikan Tuhan kehidupan dan dari kehidupan itulah diberikan suatu tanggung jawab.tanggungjawab bisa berupa hal yang besar/bisa juga hal yang kecil. Tanggungjawab bisa diartikan juga sebagai “Takdir” atau bisa disebut juga sebagai “Destiny”. ‘Destiny’ adalah suatu tanggungjawab yang Tuhan berikan kepada setiap manusia. Setiap orang diberikan destiny yang berbeda-beda. Dan untuk sampai kepada destiny kita,dibutuhkan suatu pengorbanan dan waktu yang tidak singkat. Sebagai contoh kita sebagai seorang mahasiswa diberikan tanggungjawab/destiny untuk belajar agar kita mencapai kepada tujuan hidup kita,dan lewat hidup kitalah orang-orang bisa mengerti apa tujuan hidup kita.  


Arti Tanggung Jawab

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggung jawab berarti keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Dengan kata lain, konsekuensi saya sebagai mahasiswa. Bagi saya, tanggung jawab saya yang utama adalah belajar, mencakup secara materi dan pengalaman, agar jika lulus nanti, apa yang saya peroleh bisa membantu saya mendapatkan tempat di dalam komunitas masyarakat. Serta saya bisa berdiri sendiri, bermanfaat bagi orang tua dan keluarga yang mencintai saya, bagi masyarakat, bangsa dan negara. Ada beberapa tanggung jawab yang saya bagi berdasarkan kepada siapa saya bertanggung jawab dalam kuliah:

Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

Bicara mengenai tanggungjawab terhadap diri sendiri adalah bagaimana kita memposisikan diri kita sebagaimana mestinya. Tanggungjawab terhadap diri sendiri bukanlah suatu hal yang mudah. Terkadang sebagai manusia kita bisa lalai dalam hidup ini lupa akan tanggungjawabdalam hidup kita.
Contohnya sebagai seorang mahasiswa kita memiliki banyak tanggung jawab. Seperti halnya tanggungjawab utama kita adalah belajar. Namun kita kadang kali lalai seperti: lupa mengerjakan tugas,malas membuat tugas,dll. Hal ini lah yang harus kita lawan dan kita harus ingat kembali bagaimanakah tanggungjawab kita dalam hidup ini.
Dan yang terpenting sebagai seorang mahasiswa kita harus terapkan disiplin pribadi. Yang terutama dari disiplin pribadi adalah mampu mengatur waktu dan keuangan dengan baik. Agar kehidupan kita terbebas dari hambatan atas masalah yang berkaitan dengan waktu dan uang. Karena waktu dan uang adalah hal yang paling sulit dipertahankan dalam hal kedisiplinannya. Kita harus bisa merubah sikap mental hidup kita agar dapat menerapkan disiplin pribadi
Tanggung Jawab kepada Orang Tua dan Tuhan

Orang tua adalah yang mendukung kita agar kita bisa kuliah mengenyam pendidikan. Mendukung baik dalam segi financial,infrastruktur,dan kasih sayang. Maka dari itu tanggungjawab kita kepada orang tua harus bisa memberikan yang terbaik dari prestasi-prestasi kita dan selalu menghormatinya

Kepada Tuhan sebagai pencipta kita, kita harus menyelesaikan destiny kita di dunia ini menjalankan tanggungjawab yang telah Tuhan berikan. Dan mengembangkan selalu talenta yang telah Tuhan taruh dalam hidup ini. Karena Tuhan memberikan kita Talenta yang luar biasa,dan orang lain tidak dapat memilikinya hanyalah kita
Tanggung Jawab kepada Masyarakat, Bangsa, dan Negara

Di usia saya yang menginjak dewasa ini, sudah sewajarnya saya menyadari posisi saya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hidup menaati hukum, baik aturan universitas dan undang-undang negara, sudah membuat saya merasa sebagai mahasiswa dan warga negara yang baik. Contohnya? Tidak membuang sampah seenaknya (terutama di ruang kuliah), membayar pajak, mengikuti Pemilu, menaati aturan lalu lintas, dan masih banyak lagi.

Kesimpulan

Kehidupan memanglah tidak mudah untuk dilalui. Namun itulah yang harus kita lalui. Tanggungjawab dalam hidup ini bukanlah hal mudah namun balik lagi Tuhan tidak akan memberikan pencobaan melebihi batas umatnya.Tanggungjawab harus dapat kita laksanakan dengan disiplin dan baik adanya. Destiny dalam hidup ini harus dapat kita raih,cita-cita sebagai seorang mahasiswa harus kita raih,agar kita dapat menjalankan tanggungjawab dengan baik


________________________________________
Referensi:
1. Ilmu Budaya Dasar - Bab 9 - Manusia dan Tanggung Jawab.